Klarifikasi tersebut berlangsung dalam suasana yang konstruktif bersama Erwin dari Media Portal Jabar yang didampingi Lalan dari Media Alexa. Dalam kesempatan tersebut, pihak media meminta penjelasan mengenai tujuan penerapan kupon masuk bagi pengunjung yang menghadiri rangkaian kegiatan Lustrum sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Sudarma menjelaskan bahwa keberadaan kupon masuk bukan bertujuan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai instrumen pengaturan dan pembatasan jumlah pengunjung demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama acara berlangsung.
Menurutnya, kegiatan Lustrum SMKN 1 Pakisjaya tahun 2026 menghadirkan berbagai hiburan dan pertunjukan yang berpotensi menarik perhatian masyarakat luas. Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah penampilan artis dangdut jebolan ajang pencarian bakat Academy Dangdut yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi nasional. Selain itu, acara juga menampilkan berbagai pentas seni dan kreativitas siswa SMKN 1 Pakisjaya sebagai bagian dari apresiasi terhadap bakat dan prestasi peserta didik.
"Kami perlu mengatur jumlah pengunjung yang hadir agar kegiatan berjalan tertib dan aman. Oleh karena itu, diberlakukan kupon masuk sebagai alat kontrol pengunjung. Nilai kupon sebesar Rp15.000 per orang juga sudah termasuk kompensasi berupa satu botol air mineral kemasan dan roti bagi pengunjung," jelas Sudarma.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nominal tersebut dinilai sangat wajar jika dibandingkan dengan fasilitas yang diterima pengunjung serta berbagai hiburan yang disajikan selama kegiatan berlangsung.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Erwin selaku perwakilan Media Portal Jabar. Menurutnya, setelah mendengar penjelasan secara langsung dari pihak sekolah, harga tiket sebesar Rp15.000 yang disertai pemberian air mineral dan roti merupakan hal yang rasional dan dapat dipahami.
Pada kesempatan yang sama, SMKN 1 Pakisjaya juga melaksanakan Launching Program Ketahanan Pangan Sekolah, sebuah program yang mendukung penguatan pendidikan karakter, kemandirian, dan ketahanan pangan di lingkungan sekolah.
Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya unsur Muspika Kecamatan Pakisjaya, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Pakisjaya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap berbagai program pendidikan dan pengembangan sekolah yang dijalankan oleh SMKN 1 Pakisjaya.
Setelah mendapatkan penjelasan yang komprehensif dan gamblang dari pihak sekolah, perwakilan media menyatakan dapat memahami serta memaklumi alasan diberlakukannya kupon masuk pada kegiatan Lustrum tersebut. Klarifikasi berlangsung dalam suasana yang terbuka, saling menghargai, dan mengedepankan prinsip komunikasi yang baik.
Pertemuan pun ditutup dengan suasana penuh keakraban antara pihak sekolah dan insan media, mencerminkan komitmen bersama untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (WBN)
