Apresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat atas Launching Ketahanan Pangan SMKN 1 Pakisjaya


Bandung
- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid PSMK), Dr. Edy Purwanto memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala SMKN 1 Pakisjaya beserta seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, dan seluruh pihak yang terlibat atas suksesnya pelaksanaan Launching Program Ketahanan Pangan Sekolah yang dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 di lingkungan SMKN 1 Pakisjaya.

Menurut beliau, program ketahanan pangan yang dikembangkan SMKN 1 Pakisjaya merupakan langkah nyata dan inovatif dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus membangun budaya produktif di lingkungan sekolah. Transformasi lahan tidur seluas 7.613 meter persegi menjadi lahan produktif dinilai sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program ini sangat luar biasa. Kami mengapresiasi Kepala Sekolah SMKN 1 Pakisjaya beserta seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, dan semua unsur pendukung yang telah bekerja keras menghadirkan program ketahanan pangan sekolah yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Ini menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat,” ujar Dr. Edy Purwanto.

Beliau juga menegaskan bahwa pengembangan lahan pertanian, budidaya pisang, perikanan lele, cabai, jagung, kangkung, hingga bayam yang dilakukan sekolah menunjukkan bahwa SMK mampu menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik sekaligus pusat pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Kabid PSMK menilai program tersebut selaras dengan penguatan kompetensi abad 21, khususnya kemampuan kolaborasi, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan peserta didik SMK untuk menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Kepala Sekolah Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T. yang dinilai berhasil membangun semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh warga sekolah dalam mewujudkan sekolah mandiri pangan yang produktif dan inspiratif. 

“Kami berharap program ini terus dikembangkan dan menjadi model pembelajaran vokasi berbasis ketahanan pangan di Jawa Barat. SMKN 1 Pakisjaya telah menunjukkan bahwa sekolah mampu menjadi pelopor perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Launching Ketahanan Pangan Sekolah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran SMK sebagai pusat inovasi, pembelajaran kontekstual, dan penguatan karakter peserta didik menuju generasi yang mandiri, produktif, serta peduli terhadap ketahanan pangan dan lingkungan.(WBN)